Keputihan: Teman atau Lawan? Yuk, Kenali Sinyal Rahasia dari Tubuh Puan!

Infografis perbedaan keputihan fisiologis normal dan patologis abnormal pada wanita
Terakhir Diperbarui: 24 Desember 2025 | Waktu baca: 8 menit

Halo, Puan! ✨

Pernahkah Puan merasa cemas karena mendapati noda di pakaian dalam? "Aduh, ini keputihan normal tidak ya?" Pertanyaan ini hampir pasti pernah mampir di benak setiap perempuan. Dalam dunia medis, keputihan dikenal dengan istilah Leukorea atau fluor albus.

Meskipun keputihan tidak menyebabkan kematian, namun kondisi ini bisa menimbulkan kesakitan, rasa gatal, hingga rasa tidak percaya diri. Sebenarnya, keputihan adalah cara alami tubuh untuk membersihkan dan melindungi vagina. Namun, ia juga bisa menjadi "peluit peringatan" adanya infeksi atau masalah reproduksi lainnya.

Yuk, kita bedah tuntas rahasia di balik cairan jalan lahir ini! 🌸


Dari Mana Asalnya Cairan Itu?

Secara alamiah, tubuh Puan memproduksi cairan dari berbagai bagian sistem reproduksi:

  1. Vagina: Tidak memiliki kelenjar, namun dibasahi oleh cairan transudat dan aktivitas bakteri baik (Lactobacillus Döderlein) yang menjaga keasaman (pH) vagina agar tetap sehat.
  2. Serviks (Leher Rahim): Menghasilkan lendir yang kualitasnya berubah sesuai siklus hormon Puan.
  3. Kelenjar Bartholini & Skene: Terletak di area luar (vulva), biasanya bertambah saat ada rangsangan seksual.


Dua Sisi Keputihan: Fisiologis vs Patologis

Puan perlu tahu bahwa keputihan terbagi menjadi dua kelompok besar:

1. Keputihan Fisiologis (Normal) ✅

Ini adalah "teman" Puan. Muncul saat mendekati masa subur (ovulasi), sebelum atau sesudah haid, atau saat hamil.

  • Ciri-ciri: Bening atau putih susu, tidak berbau menyengat, tidak gatal, dan konsistensinya encer atau sedikit berlendir. Jika terpapar udara, warnanya bisa menjadi sedikit kekuningan karena proses oksidasi alami.

2. Keputihan Patologis (Tidak Normal) ⚠️

Ini adalah "lawan" yang harus diwaspadai karena biasanya disebabkan oleh infeksi jamur, bakteri, atau parasit.

  • Ciri-ciri: Volumenya meningkat tajam (membuat celana selalu basah), warnanya berubah (hijau, abu-abu, atau kuning pekat), berbau amis atau busuk, serta disertai gatal atau nyeri saat buang air kecil dan berhubungan intim.

Mengenal Jenis Infeksi Penyebab Keputihan 🔬

Jenis InfeksiGejala KhasTekstur Cairan
Kandidiasis (Jamur)Gatal luar biasa, vulva lecet/merah.Putih kental seperti susu pecah atau gumpalan keju.
Trikomoniasis (Parasit)Bau amis, berbuih, nyeri panggul.Kuning kehijauan dan berbusa.
Vaginosis BakterialBau amis yang sangat kuat setelah berhubungan.Putih keabu-abuan dan encer.

Penyebab Lain yang Tak Terduga

Selain infeksi, keputihan juga bisa dipicu oleh:

  • Benda Asing: Kapas atau benang yang tertinggal, atau penggunaan alat kontrasepsi (IUD).
  • Kondisi Tubuh: Anemia, stres berat, kelelahan, atau ketidakseimbangan hormon.
  • Iritasi Kimia: Penggunaan sabun pembersih kewanitaan yang terlalu keras atau penggunaan pembalut berparfum.


Update 2025: Mengapa "Vaginal Douching" Sangat Dilarang? 💡

Banyak wanita merasa vagina mereka "kotor" dan mencoba mencucinya hingga ke bagian dalam menggunakan cairan antiseptik atau sabun (douching). Padahal, ini sangat berbahaya!

Penelitian terbaru di tahun 2025 semakin mempertegas bahwa vagina memiliki ekosistem mandiri. Mencuci bagian dalam vagina justru akan membunuh bakteri baik (Lactobacillus) yang bertugas sebagai penjaga keamanan. Tanpa mereka, jamur dan bakteri jahat akan berpesta pora dan menyebabkan keputihan patologis yang berulang.


Tips Mencegah Keputihan agar Puan Tetap Nyaman 🛡️

  1. Wiping 101: Selalu basuh dari arah depan ke belakang setelah buang air (dari vagina ke anus), bukan sebaliknya! Ini untuk mencegah bakteri dari anus pindah ke area depan.
  2. Pilih Katun: Gunakan pakaian dalam berbahan katun yang menyerap keringat. Hindari pakaian yang terlalu ketat dalam waktu lama.
  3. Kering Itu Penting: Pastikan area kemaluan benar-benar kering setelah mandi atau buang air sebelum memakai celana dalam.
  4. Hormati Flora Normal: Hindari sabun antiseptik berparfum. Cukup gunakan air bersih mengalir untuk bagian luar.
  5. Ganti Pembalut: Saat haid, ganti pembalut minimal 4 jam sekali, meski belum penuh.

Kesimpulan

Keputihan adalah jendela kesehatan reproduksi Puan. Selama ia bening dan tidak mengganggu, itu adalah tanda bahwa tubuh Puan sedang bekerja dengan baik. Namun, jika mulai muncul "bau, gatal, dan berubah warna", jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya!

Sayangi dirimu, sayangi kesehatanmu, Puan! ❤️


Referensi:

  • Manuaba, I. B. (2001). Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan KB. Jakarta: EGC.
  • Lusa.web.id - Leukorea (Fluor Albus) White Discharge.
  • Mayo Clinic (2025) - Vaginal Discharge: Colors, Causes, and Treatments.
  • WHO - Reproductive Health: Managing Vaginal Infections.

Posting Komentar

0 Komentar