Halo, Puan! Sedang sibuk mencocokkan warna dekorasi gedung atau pusing memilih vendor katering? Wajar kok, momen sekali seumur hidup memang harus dipersiapkan dengan matang. Tapi, ada satu hal yang sering kali "terlupakan" di tengah tumpukan brosur pernikahan: Pre-Marital Check-up atau skrining kesehatan pra-nikah. 💍✨
Kenapa sih ini penting? Karena pernikahan bukan hanya soal satu hari pesta, tapi soal perjalanan panjang berpuluh-puluh tahun ke depan. Yuk, kita bahas kenapa investasi kesehatan ini jauh lebih berharga daripada sekadar memilih menu buffet!
Mengapa "Kelihatannya Sehat" Saja Tidak Cukup?
Banyak dari kita yang merasa tubuh bugar karena jarang sakit. Namun, secara medis, seseorang bisa saja menjadi silent carrier (pembawa) penyakit tertentu tanpa gejala. Penyakit infeksi atau kelainan genetik tertentu mungkin tidak mengganggu aktivitasmu sekarang, tapi bisa berdampak besar saat Puan mengandung atau pada kesehatan buah hati kelak.
Di beberapa negara, seperti Arab Saudi, cek kesehatan ini sudah menjadi syarat hukum untuk mendapatkan izin nikah sejak 2004. Tujuannya mulia: menurunkan angka kelainan genetis pada generasi mendatang. Di Indonesia pun, kesadaran ini mulai tumbuh sebagai bentuk cinta dan tanggung jawab kepada pasangan.
Daftar "Starter Pack" Tes Kesehatan yang Perlu Puan Tahu
Agar tidak bingung saat ke laboratorium atau rumah sakit, berikut adalah rincian pemeriksaan yang biasanya dilakukan:
1. Pemeriksaan Darah & Urin Lengkap 🩸
Ini adalah dasar untuk melihat kondisi umum tubuh.
- DPL (Darah Perifer Lengkap): Mengecek kadar hemoglobin (Hb), leukosit, hingga trombosit. Hb yang rendah (anemia) pada calon ibu perlu dievaluasi sejak dini agar tidak mengganggu perkembangan janin nantinya.
- Skrining Thalassemia: Indonesia berada di sabuk Thalassemia. Pemeriksaan gambaran darah tepi sangat penting untuk mendeteksi apakah Puan atau pasangan membawa sifat kelainan darah ini yang bisa diturunkan ke anak.
- Golongan Darah & Rhesus: Sangat krusial! Jika Puan memiliki Rhesus negatif dan pasangan Rhesus positif, ada risiko ketidakcocokan rhesus yang bisa membahayakan kehamilan kedua dan seterusnya.
2. Cek Penyakit Menular (Infeksi)
Bukan untuk saling menaruh curiga, tapi untuk saling melindungi:
- Hepatitis B & C (HBsAg & Anti-HCV): Radang hati bisa menular lewat hubungan seksual dan dapat ditularkan ibu ke janin.
- VDLR/RPR (Sifilis) & HIV: Identifikasi dini memungkinkan pasangan mendapatkan penanganan medis yang tepat sebelum merencanakan kehamilan.
3. Panel TORCH (Khusus Puan)
Ini adalah "musuh bebuyutan" kehamilan. TORCH adalah singkatan dari Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus (CMV), dan Herpes. Infeksi ini sering kali tidak bergejala pada orang dewasa, tapi bisa menyebabkan kecacatan janin atau kelahiran prematur jika aktif saat hamil. 🌸
4. Gula Darah & Fungsi Organ
Pemeriksaan urin lengkap dan gula darah membantu mendeteksi risiko Diabetes Mellitus atau masalah ginjal yang mungkin perlu dikontrol sebelum masa kehamilan tiba.
5. Alergi: Sering Terlupakan tapi Penting
Pernahkah Puan atau pasangan mengalami reaksi hebat setelah makan udang atau minum obat tertentu? Mencatat riwayat alergi sangat penting, terutama jika ada riwayat anafilaksis (reaksi alergi berat yang mengancam nyawa).
Menengok Kesehatan Organ Reproduksi 👩❤️👨
Setelah kesehatan umum, langkah berikutnya adalah memastikan "pabrik" calon buah hati dalam kondisi prima:
- Untuk Puan: Dokter biasanya menyarankan USG untuk melihat kondisi rahim dan indung telur. Jika ada keluhan haid tidak teratur, pemeriksaan hormon (FSH, LH, Estradiol) atau HSG (untuk cek sumbatan saluran telur) mungkin diperlukan.
- Untuk Tuan: Selain pemeriksaan fisik, analisis sperma bisa dilakukan untuk mengetahui kualitas, jumlah, dan pergerakan sperma.
Vaksinasi: Perlindungan Ekstra
Sebelum menikah, ada baiknya Puan melengkapi vaksinasi dewasa sesuai anjuran Satgas Imunisasi PAPDI, seperti:
- Hepatitis B
- TT (Tetanus Toxoid) – Sering menjadi syarat administrasi di KUA.
- MMR (Measles, Mumps, Rubella)
- HPV – Untuk mencegah kanker serviks (sangat direkomendasikan bagi perempuan).
Penutup: Menjadi Pasangan Cerdas
Pre-marital screening akan jauh lebih bermakna jika dikombinasikan dengan konseling kesehatan. Jangan takut dengan hasilnya! Mengetahui kondisi kesehatan lebih dini berarti Puan dan pasangan punya waktu lebih banyak untuk melakukan pengobatan atau perencanaan yang lebih matang.
Menjadi "konsumen kesehatan yang cerdas" adalah langkah awal menjadi orang tua yang hebat. Semoga persiapan pernikahannya lancar ya, Puan! ❤️
Referensi & Sumber Terpercaya:
- Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI (2024): Jadwal Imunisasi Dewasa Rekomendasi Tahun 2024/2025.
- Kementerian Kesehatan RI: Pedoman Pelaksanaan Skrining Kesehatan Calon Pengantin.
- Alodokter: Manfaat dan Prosedur Pre-Marital Check-Up.
- Eka Hospital Health Articles: The Importance of Pre-Marital Medical Check-Up.
- The Bride Dept: Pentingnya Melakukan Check-up Pra-Nikah bagi Pasangan Muda.
- Mayo Clinic: Preconception Counseling: Why it matters for your future pregnancy.

0 Komentar
Hai, silakan berekspresi di kolom komentar ini!